Get Married :)

33 Get Married :)

Ya Allah…Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah…Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah…Berikanlah aku keberkahan karena istriku, dan berilah istriku keberkahan karena aku. Ya Allah…Satukanlah kami dalam kebaikan dan jika Engkau memisahkan kami maka pisahkanlah kepada kebaikan.

Ya Allah… Aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ada padanya.

Aamiin yaa rabbal ‘alamin.

-Zulham A. Hafid & Restiani Indira-

Palopo, 9 November 2011

Posted in Memoar | Tagged , | 2 Comments

Marketing Ayu Tingting

Sudah hapal lagu dangdut yang berjudul Alamat Palsu? Jangan malu-malu. saya mau taruhan, lagu dangdut milik AYu Tingting itu pasti sudah pernah diputar di handphone atau iPad anda. Sudah hapal? Sekali lagi, jangan malu-malu mengakui. Ponakan saya saja sudah hapal mati partitur-partitur nadanya.

Okelah kalau begitu, mari kita bernyanyi bersama dulu, sebelum kita memasuki kuliah marketing ala tingting.

Kemana Kemana Kemana//

Kuharus Mencari Kemana//

Kekasih Tercinta Tak Tahu Rimbanya//

Lama Tak Datang Ke Rumah///

Oke, cukup saudara-saudara! Ternyata kita lebih bagus diam daripada terus menyanyi. Ini sebenarnya persoalan karakter pita suara dan selera music kita. Dari karakter pita suara, jelaslah sudah bahwa takdir kita dianugerahi Tuhan untuk dapat menyanyi dengan sangat begitu ancur. Apalagi ditambah dengan selera music yang gak connect antara hati dan genre-nya Ayu Tingting? Cukup, cukup, cukup…

Mengapa selera menjadi salahsatu variable yang menentukan bagus tidaknya lagu tersebut didengarrkan (oleh saya) atau dinyanyikan (oleh anda)? Sederhana saja, saudara. Seluruh komentator pada Indonesian Idol selalu menekankan penghayatan pada lagu. Jujur, ketika menyanyikan Alamat Palsu di atas, saya dan anda tak setitikpun mampu menghayati lagu tersebut. Mengapa? Karena selera kita bukanlah pada kelompok music metal (melayu total). Kita adalah generasi pop, yang (mungkin) sudah berada di ujung akhir zaman keemasan lagu dangdut.

foto dan lirik lagu ayu tingting alamat palsu Marketing Ayu Tingting

Ayu Tingting

Melihat boomingnya Ayu Tingting—bukan Tingtung—dengan hits Alamat Palsu itu, apakah menjadi indicator bangkitnya kembali music dangdut di masyarakat kita? Saya rasa, tidak. Booming Alamat Palsu—yang menyaingi kasus surat palsu MK— merupakan hasil pemasaran gelombang baru. Booming lagu Alamat Palsu, merupakan produk yang secara tidak sengaja telah dipromosikan oleh Sule, Azis Gagap & Andre Taulani, melalui acara komedi Opera Van Java (OVJ) yang lagi naik daun.

Dalam kajian marketing yang begitu dinamis saat ini, kita mengenal product placement in integrated marketing (selanjutnya saya singkat PPIM). Apakah yang seperti ini yang disebut PPIM? Melihat frekuensinya yang sangat-sangat sering, saya rasa tidak sepenuhnya penempatan lagu Alamat Palsu tersebut adalah merupakan PPIM. Mengapa? Karena alamatnya ternyata palsu, saudara-saudara. icon biggrin Marketing Ayu Tingting Bukan… Argumentasi saya mengatakan itu tidak termasuk PPIM karena konsep penempatan produk atau merek pada sebuah show semacam OVJ harus dengan imbalan uang atau imbalan lainnya, yang harus diawali dengan sebuah consensus antara penyedia ruang iklan dengan pemilik merek. Contoh, film-film nasional kita yang ber-genre romantic horror (atau kata teman saya semibokep-horor), hampir seluruhnya, kita pasti akan disuguhi adegan seorang cowok,  lagi duduk-duduk di pinggir jalan, malam-malam, menghisap rokok dengan merek tertentu, tahu-tahu di belakangnya muncul si kunti make baju putih, dengan rambut tergerai dan dilumuri darah segar (katanya). Nah itulah yang disebut product placement integrated marketing. Terjadi promosi produk rokok di dalam film. Film tetap berkisah, promosi tetap jalan, tanpa harus ada jeda iklan atau pesan-pesan berikut… icon biggrin Marketing Ayu Tingting Produk lain yang kerap menempatkan mereknya di dalam film adalah produk makanan dan minuman. Maklum-lah, sebagian besar film nasional kita memang adegannya sering berlatar tempat di meja makan. icon biggrin Marketing Ayu Tingting

Fenomena Alamat Palsu Ayu Tingting di OVJ saya rasa tidak memberikan imbalan kepada penyedia ruang iklan (yang dalam hal ini adalah OVJ). Sule-Azis-Andre melakukan promosi Alamat Palsu tanpa ada consensus dengan Ayu Tingting. Itulah mengapa, saya rasa Ayu Tingting harusnya mentraktir Sule-Azis-Andre di warteg sebelah. Lah, dia dapat promosi gratis di OVJ.

Nah, pelajaran apa yang dapat dipetik dari kesuksesan OVJ memasarkan (atau lebih tepatnya mensosialisasikan) Alamat Palsu? Yang jelas, jangan ditiru karena menyebar alamat palsu adalah sebuah kebohongan public icon biggrin Marketing Ayu Tingting Ok, kembali ke laptop! Pelajaran penting yang pertama-tama adalah Ayu Tingting kini lebih terkenal. Jujur, sebelum masuk OVJ, lagu Alamat Palsu ini memang tidak familiar di telinga saya.

Poin penting kedua yang dapat kita perhatikan dalam marketing Ayu Tingting adalah hirarki efek AIDA.  A berarti Attention (perhatian), I berarti Interest (ketertarikan), D berarti Desire (keinginan) dan A bermakna Action (bertindak). Ketika kita menonton OVJ, kita memperhatikan gerak tubuh yang lucu Sule-Azis-Andre yang begitu kocak menyanyikan Alamat Palsu. Paralel dengan itu, kita juga tertarik dengan music dan lirik sederhana Alamat Palsu. Setelah terjadi repetisi (pengulangan-pengulangan) di tiap episode OVJ dan di blow-up oleh beberapa infotainment (akibat kerapnya dilantunkan oleh Sule dkk), kitapun berkeingin untuk tahu banyak tentang lagu tersebut. Dan proses akhir dari hirarki ini adalah bertindak untuk membeli DVD atau berlangganan Nada Sambung Alamat Palsu untuk telepon seluler kita. Saya sebenarnya hanya berada sampai pada A-I-D saja. Saya belum menggunakan Alamat Palsu sebagai NSP saya. Olehnya itu, saran saja bagi Ayu Tingting agar lebih kreatif untuk menjual suara dan lagu Alamat Palsu ini. Sadar atau tidak, biasanya fenomena seperti ini tidak akan bertahan lama. Sesuatu yang dibentuk oleh media, biasanya diruntuhkan pula oleh media.

Alamat Palsu memang ikon baru per-dangdut-an nasional. Ia booming akibat penempatan produknya di sebuah acara lawak yang lagi top-top nya. Inilah fenomena marketing di era horizontal. Memang, kata Tom French yang merupakan Direktur McKinsey Boston: We’re All Marketer Now! Sadarkah anda tentang hal tersebut? Saudara, saya kini menyadari hal itu di ujung tulisan ini. Ternyata, sayapun telah me-masarkan Alamat Palsu-Ayu Tinting!

Dimana…Dimana…Dimana…?

Posted in Insight | Tagged , , , , , , | 3 Comments

Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

251155 1917825357852 1608550826 1867115 3506643 n Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

Logo Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

Apa makna silaturahim bagi anda? Sekadar melapangkan rezeki & memperpanjang usia—seperti kata Rasulullah saw? Jika anda hadir pada reuni akbar SMA saya, 3 September yang lalu, dua makna di atas mungkin serasa begitu sempit. Itulah kesan yang saya dapat tangkap.

Jadi ceritanya begini, saudara-saudara. Tiga september lalu, kami dari alumni 2005 mendapat mandat dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Palopo untuk menjadi organizing committee perhelatan reuni akbar SMA kami. SMA saya adalah SMA Negeri 1 Palopo. Pada awal 80-an, namanya masih SMA 158 Palopo. Konon, sekolah saya ini adalah SMA tertua di jazirah utara Sulawesi Selatan. Saking tuanya, pastilah sudah banyak alumni yang ditelurkan. Sekadar informasi saja, ibu saya juga merupakan alumni SMA 158Palopo. Beliau alumni tahun 1978—kalau gak salah icon smile Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

63817 1396699321478 1352087522 30892121 4836905 n Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

SMA Negeri 158 Palopo aka SMA Negeri 1 Palopo (Tempo Doeloe)

Nah, jika sekolah ini sudah ada pada tahun 1957 dan telah menelurkan ribuan alumni hingga saat ini, hal itu berarti pula, ada ribuan kisah sejarah hidup, yang melekat pada tiap-tiap alumni SMAN 1/158 Palopo. Termasuk sejarah hidup saya. Termasuk sejarah hidup ibu saya. Sejarah hidup teman-teman saya, senior saya, dan juga adik-adik junior saya. Oleh karena itu, pada kegiatan reuni akbar kali ini, kami mengangkat tema “Our History was Here”. Kami sadar, ada banyak sejarah hidup yang bisa dikenang di sekolah ini. Ada banyak sejarah hidup, yang mungkin tertutupi di masa lalu, yang bisa dibagi disini. Kami ingin menghadirkan romansa masa-masa SMA kepada senior-senior kami. Kami ingin menghimpun mereka kembali. Kami ingin mengencangkan kembali jalinan silaturahim yang mungkin agak kendor di antara mereka. Atau mungkin kami ingin menghubungkan kembali ikatan yang sempat putus di antara mereka.

Berhasilkah kami? Alhamdulillah yah… icon smile Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo kami sukses! Setelah perjuangan tanpa letih menyusun database alumni, perjuangan mengumpulkan donasi dari para alumni sukses, melakukan publikasi yang gencar, mendisain skema acara, dan mempersiapkan property dan peralatan yang dibutuhkan, sekali lagi, kami ingin mengklaim bahwa kami berhasil dan sukses mencapai target-target kami! Hall Saodenrae Convention Center—tempat pelaksanaan hajatan ini—sesak oleh para alumni, guru-guru, mantan guru dan keluarga besar SMAN 1/158 Palopo lainnya.

redcarpet Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

Angkatan 1983: Gudangnya Pejabat & Pengusaha Sukses

Event ini merupakan satu dari tiga yang sempat merenggangkan saya dengan blog ini. Namun, saya sangat bersyukur atas sukses besar yang telah ditorehkan oleh tim kami—yang sangat luar biasa ini. Dua hal yang saya sesali malam itu. Pertama, malam itu hujan turun. Pesta kembang api urung dilakukan. Dan kedua, saya tak sempat mengabadikan potret diri saya didepan standing banner yang diletakkan didepan pintu masuk. Disana ada karpet merahnya. Layaknya artis-artis hollywood, para alumni dipapar oleh blitz kamera panitia yang selalu siap untuk mengabadikan moment bersama kawan-kawan lama. icon wink Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

Terakhir, saya mau ngucap terimakasih buat rekan-rekan alumni 2005 SMA Negeri 1 Palopo.  Para donatur—alumni sukses: pak Bupati, Wakil Walikota, Anggota DPR, Staf Ahli Wapres, para calon walikota icon biggrin Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo , pengusaha, kepala dinas, dan alumni yang telah memberikan donasinya. Trims pula untuk bapak-bapak penjaga Saodenrae Convention Center, tukang bikin kue kami,abang penjual sari laut, driver kami, teman-teman sanggar seni Sibola, petugas amaliah ramadhan Masjid Agung—tempat buka puasa gratis kami icon biggrin Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo , tukang pasang spanduk dan baliho, tuan rumah sekretariat pantia, penjaga mess Pemda Lutra di Soroako—tempat pembubaran panitia, disainer grafis kami, creator video kami, orang-orang yang telah mengkritik kami, senior steering/pengarah kami, dan tentunya para alumni yang telah hadir!

Selesai sudah mandat ini. Sekali lagi ucapan syukur terucap. Syukur, karena kami mampu mendefiniskan ulang makna silaturahim itu dalam sebuah kegiatan reuni akbar ini. Inilah karya kami, Our (succes)history was here!

298448 2380815724652 1378462071 2841036 7097128 n Our History Was Here: Catatan Reuni Akbar SMAN 1/158 Palopo

2005: d'extraordinary team!

Posted in Memoar | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

Event yang Memusingkan!

final logo fix Event yang Memusingkan!Ini dia event yang sempat membuat kepalaku puyeng. Selain membuat puyeng, kegiatan inipun merenggangkan hubungan mesra saya dengan blog ini pada bulan juni hingga juli. Adalah Festival La Galigo namanya! Saya tak sadar, saya tahu-tahu bisa nyebur dalam hiruk pikuk perhelatan seni budaya tersebut. Padahal, domain satuan kerja saya kini di ekonomi dan pembangunan.

Festival La Galigo merupakan rangkaian kegiatan HUT Kota Palopo yang di dalamnya ada beberapa item kegiatan. Di antaranya lomba perahu tradisional, funbike, dan puncaknya adalah Teater I La Galigo. Nah, yang membuat saya puyeng adalah pada pertunjukan Teater I La Galigo itu.

Awalnya saya tahu sekadarnya saja bahwa akan ada pertunjukan ini. Tak disangka, oleh si bos saya disuruh nyari teman yang bisa membantu Panitianya untuk jualan tiket. Sadar akan pentingnya event ini, dan semangat saya pada perkembangan industri kreatif, maka saya suruh datang-lah teman yang saya percaya mampu untuk mengeksekusi tugas ini. Setelah audiens sama penanggungjawab kegiatannya aka Kepala Dinas Budaya & Pariwisata, eh tau-tau nya saya yang diserahi tugas untuk bertanggungjawab. Awalnya saya ogah karena melihat beban kerja yang saat ini membutuhkan waktu ekstra. Tapi karena teman-teman berjanji membantu, dan tugas saya hanya mengkordinir saja, okelah saya terima dengan mengucap: Bismillahirahmanirahim!

Alhasil, saudara-saudara. Hampir tiap hari saya mencuri-curi waktu dari tugas pokok saya, demi menjalankan misi ini. Hampir seluruh sudut kota dijelajahi. Sampai ke daerah hinterland Kota Palopo. Tantangannya memang agak berat. Menjual 2000 lembar tiket seharga 100ribu dan 50rb rupiah kepada masyarakat Palopo yang belum terlalu familiar dengan teater dan cerita I La Galigo. Protes dari berbagai elemen masyarakat menghadang kami. Mulai dari isu harga tiket yang selangit, isu komersialisasi budaya, isu gedung kesenian yang tidak layak, isu pencaplokan gambar lukisan pada tiket & baliho yang tidak seizin pelukisnya, sampai pada sentimen negatif terhadap PNS yang ikut menjual tiket. Sungguh-sungguh membuat saya puyeng. Namun, tugas saya disini cuma menjual tiket. Saya tidak berada pada posisi sebagai Panitia Pelaksana. Sehingga, sikap kami jelas, yakni tidak memberikan respon terhadap segala macam isu tersebut. Biarkanlah Panitia Pelaksana yang secara face to face dengan civil society yang meneriakkan isu-isu tersebut.

Saya belajar marketing saat kuliah ekonomi dulu. Dalam mengeksekusi tugas ini, sayapun mencoba membuka-buka referensi tentang marketing event. Namun, layaknya sebuah organisasi marketing, semuanya memang harus komplit. Marketing adalah telling, not only selling! Jadi, sayapun berinisiatif untuk melakukan promosi seadanya. Seadanya, karena memang domain kami
hanya selling. Seluruh kegiatan promosi sepenuhnya tanggungjawab panitia pelaksana. Jadilah, saya sadar ini agak pincang. Namun, sekali lagi kami di sini memang hanya membantu. So, yang dapat kami lakukan adalah hanya promosi di seluruh jejaring sosial yang kami mampu gapai, menyebar poster, membagi brosur, memasang leaflet, SMS berantai, hingga live on air di radio Acca. Untuk memperpendek saluran distribusi, kami membuka 7 outlet resmi penjualan tiket. Paralel dengan itu, kami memasuki seluruh kantor-kantor pemerintah, dunia usaha, sekolah dan kampus.

la Event yang Memusingkan!

Adegan Pementasan Teater I La Galigo: Pelayaran Cinta

Hasilnya bagaimana saudara? Pada pertunjukan tanggal 1 & 2 Juli, setengah kursi penonton tidak terisi. Kami sadar, ada yang keliru dalam manajemen event ini. Panitia pelaksana sejatinya mengintegralkan promosi-ticketing-production house dalam satu event organizer. Harus ada koordinasi yang padu. Okelah untuk production house dapat berjalan sendiri, namun organizing eventnya beserta promoting & ticketing haruslah padu. Bayangkan saja, dalam kegiatan ini, ada tiga logo yang dipublikasikan. Satu dari Panitia Pelaksana, satu dari production house dan satu dari kami yang membantu dalam penjualan tiket. Kami berinisiatif untuk membuat logo saat itu karena melihat logo yang dirilis oleh Panitia Pelaksana kami anggap tidak ‘up to date’ dalam tren disain grafis dewasa ini. Alasan kedua, tentunya menanggapi pencaplokan gambar lukisan yang digunakan oleh Panitia Pelaksana. Namun demikianlah budaya birokrasi saat ini. Kita kurang profesional terhadap segala hal yang kita kerjakan. Kita masih butuh sumberdaya manusia yang lebih kreatif, memiliki pikiran yang lebih modern, berorientasi pada budaya korporasi dan mampu bekerja dalam tim. Ini catatan saja, buat dunia birokrasi kami. Kami, karena saya seorang birokrat! Hehe… just otokritik! icon wink Event yang Memusingkan!

Kegiatan Teater tari & Musik I La Galigo ini memang disadari persiapannya tidak begitu fit. Namun, untuk sebuah langkah awal patutlah diapresiasi. Pemetasan ini merupakan antitesis Teater Tari & Musik I La Galigo karya Robert Wilson yang alpa terhadap budaya Luwu. Luwu adalah roh dalam cerita I La Galigo. Olehnya itu, dengan konsep teater klasik, sutradara Andi Abubakar yang berdarah bangsawan Luwu, berinisiatif untuk mementaskan karyanya yang kaya akan ‘Luwu touching’. Dalam kesempatan ini, sutradara mengisahkan episode pelayaran cinta Sawerigading. Video sederhananya dapat dilihat disini.

Sumpah, kegiatan ini membuat saya puyeng selama hampir 2 bulan! Sebulan sebelum hari H, dan sebulan setelah hari H. Bagi anda yang rajin membuat event, anda pasti tahulah, apa yang membuat kita puyeng jika kegiatan telah selesai. icon smile Event yang Memusingkan! Dan bagi terselesaikannya hajatan indsutri kreatif ini—walau tidak sesukses yang diharapkan—, saya patut bersyukur dapat berbuat sesuatu untuk kota yang saya cintai ini, Palopo.

Alhamdulillah yah… icon wink Event yang Memusingkan!

Posted in Memoar | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment

Berubah!

Akhirnya pertapaan blog ini berakhir, kawans! Layaknya orang yang telah merantau bertahun-tahun, saya membawa banyak cerita untuk dibagi disini. Hampir tiga bulan saya meninggalkan memoar ini karena kesibukan baru. Tahun ini memang sesak, kawans! Anda pasti setuju dengan kata-kata saya itu. Tiap tahun, kita dihadapi dengan tantangan baru. Tantangan yang lain dari tahun sebelumnya. Dan tentunya, setiap dari kita harus siap untuk itu.

man with agenda book Berubah!Okelah, maka dari itu, saat ini, saya mau bicara tentang perubahan. Alhamdulillah yah,,, icon biggrin Berubah! Bos saya dapat promosi di awal tahun ini. Saya patut bersyukur. Mengapa? Karena saya berada dalam tim yang dipiloti oleh si Bos tadi. Dalam teori Sumber Daya Manusia, ada yang disebut survival of the fitest! Yang mampu bertahan adalah yang memiliki kinerja yang prima! Yang berprestasi dapat  promosi, dan yang loyo dapat mutasi. Maka, inilah yang disebut prinsip ‘angel’. Bersyukurlah, karena sekecil apapun peran kita dalam sebuah organisasi, jika organisasi itu sukses, maka kita adalah bagian dari kesuksesan itu!

Lah, berubahnya dimana? Oke, saya lanjutkan. Alhasil, karena jabatan baru bos saya itu lebih ‘menantang’, maka beliau mau parner kerja yang siap men-support dia ala petarung-petarung di Markas Ninja Takeshi icon biggrin Berubah!   Jadilah, pilihannya jatuh pada saya, yang mulai cakep ini icon wink Berubah! . Mengapa oh mengapa? Silahkan tanya beliau. So, sejak Maret, saya menempati kantor baru, ruangan baru dan meja kerja yang baru!

Lantas, pekerjaannya apa? Oke, saya kini menjadi Asisten Pribadi! Hehe…Bangga? Okeh, mungkin sebagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lain akan mengatakan tidak bangga dan ogah untuk menjadi asisten pribadi. Namun saya belajar prinsip ‘angel’ tadi. Malaikat Jibril tidak pernah protes dengan kerjaannya sebagai ‘tukang pos’-nya Allah swt. Apalagi Malik yang kerjanya hanya jagaian orang-orang berdosa, yang ngantri di depan pintu neraka. Sekali lagi, kalau si Bos saya itu berprestasi dalam menjalankan tugasnya ntar, bukankah saya punya andil pula untuk men-support beliau?

Beralasan memang saya mengatakan demikian. Saya kini berperan dalam mengatur jadwal rapat beliau. Mempersiapkan bahan rapat, dan kadang harus berburu materi-materi meeting-nya. Sampai di dalam rapat, saya harus menjadi notulen. Jika tugas lapangan, saya harus berada dekat untuk merekam apa yang terjadi sembari mencatat beberapa pointer dalam kegiatan tersebut. Saya mengatur perjalan dinas beliau. Sampai harus menjelaskan maksud beberapa surat dan menuliskan nota-nota pertimbangan kepada atasan langsung si bos.

Capek? Tentu! Namanya saja orang kerja, pasti capek! Namun saya menikmati. Saya banyak belajar di tempat baru saya. Dulu, saya tak mendapatkan materi Public Policy—seperti judul buku milik ayah saya yang sarjana administrasi pembangunan— waktu kuliah. Namun, secara langsung saya dapat melihat praktiknya di dalam ruang rapat bos saya. Hampir seluruh masalah pembangunan dan ekonomi, dibahas di ruangan itu. Jadilah, bersama dinding-dinding ruang kerja itu, saya menjadi saksi, betapa rumitnya melaksanakan public policy. Dibutuhkan kebijaksanaan, ilmu yang mumpuni, analisa yang tajam, informasi yang detail, dan pikiran yang dingin!

Sekali lagi, saya mau mengucap syukur, kawans! Banyak ilmu yang saya gali di sini. Banyak bahan bacaan yang melewati meja kerja saya. Banyak masalah yang terpecahkan di ruang-ruang kerja saya. Banyak kenalan baru yang mampir di sofa tamu saya. Banyak nomor telepon yang masuk di handphone saya. Banyak waktu yang terasa lebih bermakna. Saya kini memang belajar berubah!

Awalnya, perubahan itu memang sulit. Di awal-awal menjalankan tugas baru itu, kerjaan saya hanya duduk-duduk mengelola lalu lintas tamu si bos yang cukup banyak itu. Saya sempat frustasi karena merasa kurang kerjaan :p Namun, kembali lagi, mari miliki prinsip ‘angel’ tadi. Ikhlas-lah bekerja, karena sekecil apapun peran kita, jika itu sukses, kita akan menjadi bagian dari kesuksesan itu. Mari sama-sama belajar berubah menjadi lebih ikhlas! icon smile Berubah!

Posted in Memoar | Tagged , , , , , , , , | 2 Comments

Kupinang engkau dengan Bismillah

bismillah Kupinang engkau dengan Bismillah

Posted in Uncategorized | 11 Comments

Jawara

jawara Jawara

Posted in Zulhamtorial | Tagged , , , , , , , | 4 Comments