Iftitah
Ini hanyalah catatan-catatan ringan si Zulham, mencoba mengabadikan pikiran-pikiran sederhana, menuliskan pengalaman hidup, menjabarkan kegelisahan-kegelisahan dan mengaktualkan ide dan kontemplasi. Agar tak lekang oleh waktu, maka dinamailah memoar si Zulham. Merekam seluruh yang ingin disampaikan ala Zulham...Kolom
-
Edisi Terkini
Visitor’s Notes
- qefy on Get Married :)
- Sheila Gill on Awal Sejarah Berkembangnya Kota Palopo
- irawan on Air Terjun Latuppa
- oMeng on Get Married :)
- Lizzie on Awal Sejarah Berkembangnya Kota Palopo
- suzanti on Kapten Pahlawan Laut & Sebuah Pesan Heroisme
- suzanti on Kapten Pahlawan Laut & Sebuah Pesan Heroisme
- MasBied on Kupinang engkau dengan Bismillah
- MasBied on Marketing Ayu Tingting
- Munir Abdullah on Kupinang engkau dengan Bismillah
Edisi Lalu
Keyword
banjir bisnis blog branding budaya bugis Buku Doa ekonomi ekonomi kreatif ekonomi Palopo Facebook guru hikmah iklan rokok I La Galigo JK jusuf kalla karir Kata Bijak kepribadian kesehatan KIR komunikasi politik Kota Palopo lagu luwu marketing motivasi nikah Palopo Pangkep pendidikan politik Porda XIV Sul-Sel puasa ramadhan remaja sejarah sekolah seni sepeda status teater wisatahikmah
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang di antaramu. Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Ar Ruum: 21)-
LINK BLOOFERS
Tag Archives: karir
Memanajemeni Atasan
Saya sangat menikmati materi Pak Mario Teguh dalam acara MTGW-nya dua pekan lalu yang membahas The Toxic Boss! Dalam dunia kerja yang saya geluti yang telah memasuki tahun kelima ini, saya memang terkadang menemukan atasan yang kerap menebar racun kepada … Continue reading
Posted in Buku, Insight
Tagged atasan, Buku, karir, karyawan, manajemen, Manajemen SDM, Mario Teguh, Memanajemeni Atasan, sumberdaya manusia, Toxic Boss
6 Comments
Mari menjadi Tosca-isme!
Belakangan ini, saya senang mendengar lagunya si Jalu, yang berjudul Kepompong itu. Aneh menurut saya, Band Sindentosca itu ternyata diawaki secara jomblo, oleh si Jalu sendiri. Lantas mengapa menamakan Group Band Sindentosca, kalau rupanya hanya sendiri? Mengapa bukan nama Jalu-solois … Continue reading






